Penyebab dan Cara Mencegah Rahim Turun

Sumber: alodokter.com

Pernahkan kamu mendengar tentang rahim turun sebelumnya? Ini memang cukup familiar bagi wanita yang sudah mengalami proses hamil dan melahirkan. Apa itu rahim turun? Menurut alodokter.com rahim turun dapat terjadi ketika otot di dasar panggul dan jaringan sekitarnya melemah. Faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kelemahan tersebut adalah melahirkan bayi besar, pertambahan usia, proses persalinan yang sulit, kehamilan dan kondisi hormon estrogen yang menurun. Lalu bagaimana mencegah rahim turun?  Sebelum membahas tentang bagaimana mencegah rahim turun, terlebih dahulu kamu perlu mengetahui tentang penyebabnya. Kondisi rahim turun dibagi berdasarkan tingkat keparahannya. Pertama adalah sebagian leber rahim terkulai sampai vagina. Kedua, sebagian leher rahim turun sampai ke batas mulut vagina. Ketiga, leher rahim keluar dari vagina. Terakhir, keseluruhan rahim keluar dari mulut vagina. 

Apa yang menyebabkan rahim turun? Ada beberapa kondisi medis terkait rahim turun seperti:

  1. Enterokel

Ini adalah herniasi atau turunnya sebagian area usus jalus yang menekan vagina. Hal ini membuat munculnya tonjolan ke bagian dalam liang vagina. Pada enterokel, bagian vagina yang terkena adalah bagian belakang atas. Pada kondisi ini sakit punggung terasa saat berdiri dan hilang ketika berbaring.

  1. Sistokel

Ini adalah herniasi atau turunnya kandung kemih ke arah vagina hingga terbentuk tonjolan ke bagian dalam liang vagina. Keadaan ini menjadikan penderitanya sulit menahan buang air kecil, sering buang air kecil atau pun retensi urine di kandung kemih hingga tidak dapat buang air kecil. 

  1. Rektokel

Ini merupakan terbentuknya tonjolan ke dalam lubang vagina bagian belakang-bawah karena adanya herniasi rektum. Rektokel adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya sulit untuk buang air besar.

Gejala apa yang terjadi ketika seseorang menderita rahim turun. Menurut klikdokter.com umumnya, rahim turun dengan derajat ringan tidak menampakkan tanda atau gejala tertentu. Pada derajat sedang atau berat, dapat timbul tanda berupa adanya jaringan yang menonjol keluar dari vagina, rsa berat atau tertarik pada panggul, kesulitan buang air besar, merasa tidak nyaman saat duduk dan saat berhubungan intim sering terjadi kendala seperti adanya sesuatu yang lolos atau longgar pada vagina. 

Lalu bagaimana cara mencegah rahim turun? Untuk meminimalkan risiko terjadinya rahim turun, kamu dapat mencoba beberapa hal seperti:

  1. Menghindari mengangkat beban berat

Usahakan untuk melatih diri dengan posisi, postur tubuh dan cara yang tepat saat harus menopang atau mengangkat beban. 

  1. Melakukan senam kegel 

Senam kegel adalah senam yang dapat membantu memperkuat otot dasar panggul. Ini penting dilakukan terutama setelah melahirkan. Kamu dapat melakukannya secara rutin untuk menghindari rahim turun.

  1. Menangani dan mencegah terjadinya konstipasi

Ini dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup serta tidak lupa untuk mengonsumsi makanan dengan kadar serat tinggi seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran dan sereal gandum. 

  1. Menjaga berat badan agar tetap ideal

Kamu dapat rutin berolah raga atau senam untuk menjaga berat badanmu agar tetap ideal. Kamu dapat melakukan program menaikkan atau menurunkan berat badan sesuai dengan arahan dari ahli kebugaran atau dokter. 

  1. Menghindari batuk berkepanjangan

Jika kamu mengalami keluhan batuk berkepanjangan disarankan untuk segera berobat untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Kamu juga harus berhenti merokok, menghindari rokok, asap rokok dan polusi debu karena dapat memperparah batuk.

Itulah yang dapat kamu lakukan secakai cara mencegah rahim turun. Kamu juga dapat melihat gejala dan penyebab dari rahim turun sebagai jaga-jaga jika kamu mengalami salah satu gejalanya. 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>